Berita dari Kornel Gartner
03 Nov 2007 - Pembentukan Koperasi Arabika Baliem
Pada tanggal 3 November, kami mengundang 50 kepala suku dari seluruh wilayah Lembah Baliem untuk menghadiri pertemuan di Honai kami (Honai adalah rumah pertemuan tradisional di Jagara Walesi). Dalam pertemuan tersebut, kami mendiskusikan pembentukan koperasi petani produsen kopi Arabika spesial di Lembah Baliem.
Di akhir pertemuan yang berlangsung selama enam jam tersebut, para kepala suku sepakat untuk mengorganisir Koperasi Arabika Baliem, yang akan memproduksi kopi Arabika spesial untuk tujuan pasar internasional. Pada tanggal 1 Desember, koperasi tersebut mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah dan mulai berkegiatan.
15 Dec 2007 - Pembangunan Fasilitas Produksi
Bersama-sama, kami membangun pagar di sekeliling wilayah produksi dan tempat penjemuran kopi. Kami juga membangun sebuah rumah pertemuan baru untuk koperasi dan memperbesar fasilitas tempat penyimpanan kopi.
03 Jan 2008 - Penyelesaian Fasilitas Produksi
Ketua Koperasi Arabika Baliem meresmikan penggunaan gudang, rumah pertemuan (Honai) dan pagar kayu baru kami. Dalam acara khusus tersebut, sesuai dengan tradisi setempat, kami memanggang dua ekor babi serta sayur-sayuran, di atas batu-batu panas yang kemudian ditutupi dengan daun-daunan dan tanah. Tradisi ini ditujukan untuk mendapatkan berkah dan persetujuan dari roh-roh setempat.
15 Mar 2008 - Pengangkutan Mesin
Setelah dua bulan menunggu, peralatan pengolahan baru yang dikirim dari pulau Jawa akhirnya tiba di pelabuhan Timika. Pengangkutan mesin tersebut ke Lembah Baliem merupakan sebuah tantangan besar. Kami harus membongkar mesin tersebut dan mengangkutnya sebagian demi sebagian dengan menggunakan pesawat terbang “Cessna” kecil. Memerlukan enam kali penerbangan untuk mengangkut semua bagian mesin tersebut ke Wamena, ibu kota Lembah Baliem.
27 May 2008 - Penyelesaian Pembangunan Pabrik Pengolahan
Kami berhasil menyelesaikan pemasangan mesin produksi dalam waktu cukup singkat, walaupun suku Jagara belum pernah melakukan pekerjaan seperti ini sebelumnya. Mereka memasang sendiri semua bagian mesin dalam waktu dua hari, dan kami jalankan proses ini dengan gembira. Anton, manajer produksi Koperasi, kemudian melatih Maximus, Ben, Matheus dan Caesar untuk mengoperasikan mesin pengupas dan grading.
Setelah beberapa uji coba dan latihan, tim kami dengan cepat menguasai cara pengoperasian alat tersebut. Kemudian, Aram (Ayah Maximus), memeriksa mesin tersebut dan mengatakan bahwa kami harus menyembelih seekor babi supaya roh mesin tetap bahagia dan sehat. Jadi setelah kami memasang dan menguji mesin-mesin tersebut, kami memilih dua ekor babi besar untuk disembelih dan dinikmati bersama keesokan harinya.
Pesta Makan
Pukul enam pagi keesokan harinya, kami mulai menyiapkan sebuah oven. Oven dibuat dengan cara menggali lubang sedalam satu meter, yang kemudian diisi dengan beberapa lapisan rumput, makanan dan batu-batu yang dipanaskan. Sementara itu, Maximus dan anggota masyarakat tertua menyembelih babi sesuai dengan ritual dan adat nenek moyang mereka.
Tim pembuat oven memanaskan batu-batu yang diperlukan, dan bertanya-tanya mengapa perlu waktu begitu lama untuk menyiapkan babi-babi yang akan dimasak. Setelah semuanya siap, kami mulai mengisi oven. Pertama, kami tempatkan selapis rumput, dan batu-batu panas diatasnya, kemudian selapis rumput lagi, dan seekor babi, yang kemudian ditutupi dengan sayur-sayuran dan ubi manis. Diatasnya ditutupi lagi dengan lapisan rumput dan batu-batu panas, kemudian babi yang kedua, dan lebih banyak lagi sayur-sayuran, rumput dan batu-batu panas. Sekarang, oven yang telah selesai diisi tersebut, mencapai tinggi 1,5 meter diatas permukaan tanah. Suku ini telah menyiapkan makanan untuk acara pesta makan dengan cara seperti ini selama berabad-abad.
Akhirnya, pada tengah hari, kaum perempuan memutuskan bahwa babi-babi itu pasti sudah matang, dan acara makan-makan dapat dimulai. Semua orang membantu membongkar tumpukan rumput, batu, sayur dan daging yang panas tersebut. Kaum laki-laki membagi-bagi daging babi, sehingga setiap keluarga mendapatkan bagian yang sama. Setelah satu jam, kami semua duduk bersama dibawah sinar matahari siang dan menikmati makanan kami.
Pada sore hari, saya berkunjung ke rumah Pilamo, dimana kami menghabiskan waktu berbincang-bincang mengenai kejadian-kejadian di dunia dan hal-hal lainnya. Kurang lebih pada waktu tengah malam, kami tertidur di tempat kami duduk.
17 Jun 2008 - Mengumpulkan Kopi
Bulan ini kami mulai membeli kopi dari seluruh wilayah Lembah Baliem. Kami menyiapkan dua truk pick-up 4-wheel drive dan memberitahukan kepada setiap kelompok tani, pada tanggal berapa kami akan datang dan mengumpulkan hasil panen kopi pertama mereka.
Karena saya senang mengendarai mobil off-road, saya memastikan bahwa saya dapat mengendarai salah satu truk pengumpul tersebut. Saya juga memastikan bahwa saya yang mengumpulkan kopi dari desa yang paling terpencil, sehingga saya dapat menghabiskan lebih banyak waktu mengendarai truk tersebut.
Kami berangkat pukul 04:00 pagi dan akhirnya tiba di desa Tiom pada pukul 11:00 pagi – tujuh jam untuk menempuh jarak 90 km! Ini adalah titik paling terpencil di lembah yang masih dapat dijangkau dengan kendaraan. Namun, banyak wilayah produksi terletak lebih jauh lagi, dan kopi harus dibawa ke tempat pengumpulan dengan berjalan kaki. Setelah membeli kopi-kopi tersebut dan memuatnya kedalam truk, kami menikmati makan siang sederhana (kornet daging sapi kalengan, biskuit dan pisang).
Pada pukul 13:00, kami memulai perjalan pulang, dan pada pukul 16:00, hujan turun dengan deras. Di beberapa tempat, jalanan telah berubah menjadi sungai, dan di tempat-tempat lain, menjadi kubangan lumpur besar. Ketika malam tiba, hujan masih turun dengan deras, sehingga kami memutuskan untuk menginap di tempat dan menunggu hingga jalanan kembali menjadi jalan yang dapat dilalui. Hujan akhirnya berhenti pada pukul 04:00, kami kembali berkendaraan pada pukul 05:00. Kami tiba di pabrik pengolahan di Jagara (dekat Wamena) pada pukul 14:00, setelah 34 jam di perjalanan.
Tim pembeli kami harus melakukan perjalanan seperti ini setiap minggunya, dan juga ke 12 tempat lainnya. Beberapa diantaranya lebih mudah dijangkau, dan ada juga yang lebih sulit. Semua dilakukan untuk mengangkut kopi hasil panen ke pabrik pengolahan. Para petani juga menyumbangkan kerja keras mereka, sebagian besar dari mereka harus mengangkut kopi dengan berjalan kaki selama berjam-jam menuju tempat pengumpulan. Ini hanya sebagian dari perjalanan panjang yang harus ditempuh oleh biji-biji kopi tersebut, mulai dari pohon hingga tiba di cangkir anda, dimanapun anda berada.
29 Jul 2008 - Pengolahan dan grading kopi
Kami mengumpulkan dan mengolah 12 ton kopi bulan lalu. Sekarang kami sedang melakukan sortasi manual dan melakukan pengukuran grade. Petugas yang melakukan tugas ini telah dilaith selama tiga hari, dan sekarang mereka adalah petugas pengukur grade terbaik.
Saat ini kami menghadapi satu masalah besar. Pada dua minggu terakhir ini, tidak ada persediaan bahan bakar di Wamena. Artinya tidak ada bahan bakar untuk menjalankan truk-truk pengumpul, mesin pengolah ataupun generator. Menurut berita yang kami dapatkan, hal ini terjadi karena buruknya kondisi laut yang membuat kapal-kapal tanker bahan bakar tidak dapat mengangkut bahan bakar ke Papua. Bahkan dalam kondisi normal, harga bahan bakar di Wamena tiga kali lebih mahal daripada tempat-tempat lain di Indonesia, karena harus diangkut lewat udara dari Jayapura (demikian pula dengan semua barang lainnya).
Namun, pada saat kami sedang berkecil hati, kami mendapat berita baik. Pemerintah Papua setuju untuk membantu Koperasi Arabika Baliem dengan menyediakan sebuah gudang di Jayapura, gratis. Kami akan menyimpan biji-biji kopi hijau di gudang tersebut, hingga kami mendapatkan jumlah yang cukup banyak untuk mengisi kontainer berukuran 20 kaki. Sekarang, kami harus membawa kopi tersebut ke pelabuhan di Jayapura. Kopi tersebut hanya dapat dibawa lewat udara menggunakan pesawat pengangkut kargo ukuran besar, sama seperti cara pengangkutan keluar atau masuk semua barang di Wamena – luar biasa!!



